Jumat, 29 Maret 2013

FF: Noda Coklat Miss Icha (Hasan Asyhari)


            “Icha, kamu gak ngajar nak?” Tanya sang Ibu menghampiri kamar Miss Icha.
            “Hari ini masuk siang bu,“ balasnya sambil menyetrika setumpuk pakaiannya.
            Ia merupakan seorang guru bahasa inggris di salah satu SMP swasta di kota Padang. Miss Icha adalah anak kedua dari Ibu Yanti dan Pak Shidik yang juga berprofesi sebagai guru di SMA Negeri kota Padang. Ia baru tamat satu tahun yang lalu dari sebuah perguruan tinggi negeri di kota batu malin kundang itu. Para siswa sering memanggilnya dengan sebutan Miss Icha. Padahal nama aslinya Melisa Puteri. Ia sangat akrab dengan siswanya di sekolah.
            Miss Icha siang ini berangkat ke sekolah dengan motor matic hasil kerjanya setahun yang lalu. Benda beroda dua itu selalu menjadi temannya ke manapun ia pergi. Tak ada motor tanpa gigi itu seakan-akan geraknya sedikit terhalang. Segalanya tergantung dengan motor matic itu. Maklum saja, lokasi sekolah cukup jauh jaraknya dari rumah yang ia tempati hampir dua puluh empat tahun itu. Kebetulan siang ini ia mengajar dua lokal di kelas yang berbeda. Jam menunjukkan pukul 12.50 WIB. Bergegaslah ia menuju sekolah berseragam putih biru itu.
***
            Beberapa jam kemudian, ia pun keluar dari kelas terakhir tempatnya mengajar. Ia hendak pergi ke sebuah toko kosmetik membeli bedaknya yang sudah mau habis.
            “Uni, beli bedak Marona satu uni,” pintanya dengan logat bahasa Padang kepada penjaga toko kosmetik.
            ‘’Sebentar ya dek,” jawab wanita penjaga toko kosmetik itu sambil mengambil bedak Marona di dalam etalase kaca. Dengan helaian kata mulus ia melayaninya.
            Sehabis berbelanja di toko kosmetik yang cukup terkenal itu. Ia pun pulang ke rumah. Sampai di rumah. Ia dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki tampan. Ia adalah anak teman ibunya. Rahman nama lelaki itu. Rahman sebenarnya sudah dua kali ke rumahnya. Namun, selalu bertepatan dengan waktu mengajar miss Icha. Sehingga mereka pun tak pernah mengenal.
***
            “Assalamu’alaikum...” Ucap Miss Icha sambil memegang helem motor matic yang ia pakai tadi.
            “Wa’alaikumussalam...” Bunyi suara serempak.
            “Eh, udah pulang Cha?” Sambut ayahnya yang sedang duduk dengan Ibu dan Rahman di ruang tamu.
            “Sudah Yah!” Jawabnya sambil tersenyum. Heran Icha saat itu, siapa yang duduk di samping ibunya. Kemudian Ibunya memperkenalkan miss Icha dengan Rahman. Sebentar berada di ruang tamu, ia pun menuju kamar. Tak tampak lagi dirinya lalu lalang ke luar kamar. Ia sempat berpikir, jangan-jangan orangtuanya mau menjodohkannya dengan Rahman.
            “Arrrrghhhh...tidak-tidak...Aku sudah punya kekasih hati.” Tolaknya dalam hati. Miss Icha tidak terlalu terbuka dengan orangtuanya. Ia sebenarnya sudah berpacaran dengan seorang lelaki mantan narapidana. Nicko namanya. Ia dipenjara karena menghisap ganja kering. Tentu tak akan gampang miss Icha memperkenalkan Nicko pada orangtua miss Icha.
***
            Malampun tiba. Miss Icha saat itu sedang mengetik tugas ngajarnya. Dilototinya monitor laptop di depan matanya. Tiba-tiba datang ibunya.     
            “Lagi ngapain nak?” Tanya sang Ibu.
            “Buat RPP buk. Ini mau dikumpulin terakhir besok siang.” Jawabnya dengan raut wajah panik.
            “Ya, nak. Tapi ada yang mau ibu omongin sebentar.” Ucap Ibunya.
            “Emang ada apa bu?” Tanyanya penasaran.
            “Ibu menginginkanmu cepat menikah nak!” Mohon si ibu dengan sedikit haru. Entah apa yang membuat si ibu seperti hendak menyesak miss Icha memiliki pasangan hidupnya.
            “Tapi aku masih belum punya bu.” Jawabnya dusta.
            “Ibu sudah mencarikan jodoh untukmu,” terang ibunya.
            “Siapa bu?” Tanyanya cemas.
            “Rahman, yang tadi sore ke rumah,” balas Ibunya.
            “Apa bu???” kejut Icha dan langsung keluar dari kamar. Termenung ia di teras rumah sambil menatap indahnya bulan purnama malam itu.
             “Aku bingung Tuhan! Bagaimana aku mencintai seorang yang tak pernah sama sekali menyentuh hatiku.” Ucapnya dalam hati. Ia seorang anak yang sangat patuh pada ibunya. Bagaimana juga ia akan melawan kata hatinya sendiri. Berderai sudah hati miss Icha atas sepucuk permintaan sang ibu.
***
Biodata:
Penulis bernama Hasan Asyhari. Hasan Al-Faritsi adalah nama penanya. Mahasiswa Sosiologi UNP ini lahir di kota Padangpanjang, 27 Februari 1992. Akun Fb-nya dengan nama HASHAN ASYHARII dan Email: asyhari_hasan@yahoo.com. Dan twitternya @HasanAsyhari27. Penulis beralamat di Desa Baru No.23 RT.14 Kel.Tanah Hitam, Padangpanjang, SUMBAR 27112.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar