“Icha,
kamu gak ngajar nak?” Tanya sang Ibu menghampiri kamar Miss Icha.
“Hari
ini masuk siang bu,“ balasnya sambil menyetrika setumpuk pakaiannya.
Ia
merupakan seorang guru bahasa inggris di salah satu SMP swasta di kota Padang.
Miss Icha adalah anak kedua dari Ibu Yanti dan Pak Shidik yang juga berprofesi
sebagai guru di SMA Negeri kota Padang. Ia baru tamat satu tahun yang lalu dari
sebuah perguruan tinggi negeri di kota batu malin kundang itu. Para siswa
sering memanggilnya dengan sebutan Miss Icha. Padahal nama aslinya Melisa
Puteri. Ia sangat akrab dengan siswanya di sekolah.
Miss
Icha siang ini berangkat ke sekolah dengan motor matic hasil kerjanya setahun yang lalu. Benda beroda dua itu selalu
menjadi temannya ke manapun ia pergi. Tak ada motor tanpa gigi itu seakan-akan
geraknya sedikit terhalang. Segalanya tergantung dengan motor matic itu. Maklum saja, lokasi sekolah
cukup jauh jaraknya dari rumah yang ia tempati hampir dua puluh empat tahun
itu. Kebetulan siang ini ia mengajar dua lokal di kelas yang berbeda. Jam
menunjukkan pukul 12.50 WIB. Bergegaslah ia menuju sekolah berseragam putih
biru itu.
***
Beberapa
jam kemudian, ia pun keluar dari kelas terakhir tempatnya mengajar. Ia hendak
pergi ke sebuah toko kosmetik membeli bedaknya yang sudah mau habis.
“Uni,
beli bedak Marona satu uni,” pintanya
dengan logat bahasa Padang kepada penjaga toko kosmetik.
‘’Sebentar
ya dek,” jawab wanita penjaga toko kosmetik itu sambil mengambil bedak Marona di dalam etalase kaca. Dengan
helaian kata mulus ia melayaninya.
Sehabis
berbelanja di toko kosmetik yang cukup terkenal itu. Ia pun pulang ke rumah. Sampai
di rumah. Ia dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki tampan. Ia adalah anak
teman ibunya. Rahman nama lelaki itu. Rahman sebenarnya sudah dua kali ke
rumahnya. Namun, selalu bertepatan dengan waktu mengajar miss Icha. Sehingga
mereka pun tak pernah mengenal.
***
“Assalamu’alaikum...”
Ucap Miss Icha sambil memegang helem motor matic
yang ia pakai tadi.
“Wa’alaikumussalam...”
Bunyi suara serempak.
“Eh,
udah pulang Cha?” Sambut ayahnya yang sedang duduk dengan Ibu dan Rahman di
ruang tamu.
“Sudah
Yah!” Jawabnya sambil tersenyum. Heran Icha saat itu, siapa yang duduk di
samping ibunya. Kemudian Ibunya memperkenalkan miss Icha dengan Rahman. Sebentar
berada di ruang tamu, ia pun menuju kamar. Tak tampak lagi dirinya lalu lalang
ke luar kamar. Ia sempat berpikir, jangan-jangan orangtuanya mau menjodohkannya
dengan Rahman.
“Arrrrghhhh...tidak-tidak...Aku
sudah punya kekasih hati.” Tolaknya dalam hati. Miss Icha tidak terlalu terbuka
dengan orangtuanya. Ia sebenarnya sudah berpacaran dengan seorang lelaki mantan
narapidana. Nicko namanya. Ia dipenjara karena menghisap ganja kering. Tentu
tak akan gampang miss Icha memperkenalkan Nicko pada orangtua miss Icha.
***
Malampun
tiba. Miss Icha saat itu sedang mengetik tugas ngajarnya. Dilototinya monitor
laptop di depan matanya. Tiba-tiba datang ibunya.
“Lagi
ngapain nak?” Tanya sang Ibu.
“Buat
RPP buk. Ini mau dikumpulin terakhir besok siang.” Jawabnya dengan raut wajah
panik.
“Ya,
nak. Tapi ada yang mau ibu omongin sebentar.” Ucap Ibunya.
“Emang
ada apa bu?” Tanyanya penasaran.
“Ibu
menginginkanmu cepat menikah nak!” Mohon si ibu dengan sedikit haru. Entah apa
yang membuat si ibu seperti hendak menyesak miss Icha memiliki pasangan hidupnya.
“Tapi
aku masih belum punya bu.” Jawabnya dusta.
“Ibu
sudah mencarikan jodoh untukmu,” terang ibunya.
“Siapa
bu?” Tanyanya cemas.
“Rahman,
yang tadi sore ke rumah,” balas Ibunya.
“Apa
bu???” kejut Icha dan langsung keluar dari kamar. Termenung ia di teras rumah
sambil menatap indahnya bulan purnama malam itu.
“Aku bingung Tuhan! Bagaimana aku mencintai seorang
yang tak pernah sama sekali menyentuh hatiku.” Ucapnya dalam hati. Ia seorang
anak yang sangat patuh pada ibunya. Bagaimana juga ia akan melawan kata hatinya
sendiri. Berderai sudah hati miss Icha atas sepucuk permintaan sang ibu.
***
Biodata:
Penulis
bernama Hasan Asyhari. Hasan Al-Faritsi
adalah nama penanya. Mahasiswa Sosiologi UNP ini lahir di kota Padangpanjang,
27 Februari 1992. Akun Fb-nya dengan nama HASHAN ASYHARII dan Email: asyhari_hasan@yahoo.com.
Dan twitternya @HasanAsyhari27. Penulis beralamat di Desa Baru No.23 RT.14
Kel.Tanah Hitam, Padangpanjang, SUMBAR 27112.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar