Senin, 27 Januari 2014

FTS: December Month, I’m Happy


 
            “Alhamdulillah…” ucapku syukur. Teringat dengan sebuah potongan arti ayat dalam Al-Qur’an, “Nikmat Allah Mana Lagi yang Engkau Dustai?” Memang benar, tidak akan mampu diriku mendustai besarnya nikmat yang diberikan Allah SWT kepadaku.
Subhannallah. Maha Suci Allah. Di penghujung tahun 2013 Masehi ini. Aku dirundung dua hal yang sering membuat perasaanku cemas. Cemas, ya cemas. Cemas maksudku, bukan cemas takut dikejar anjing gila. Namun, cemas di sini cemas gembira. Dua hal, dua pengalaman di bulan Desember memberi banyak pengalaman bagi diriku. Berawal dari pengalaman menjadi seorang pemateri di salah satu Forum Studi Islam (Islam) di Fakultas  Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, kota Padang, Sumatera Barat.
Aku sebenarnya seorang yang takut tampil di muka umum. Namun, hari itu aku coba mengubur rasa takut tersebut. Berawal dari ajakan teman yang juga menjadi pemateri di sana. Sebut saja Rusef. Cowok berbadan dan memakai kaca mata. Ia menawariku untuk ngisi materi tentang administrasi organisasi. Ia yakin aku mampu menjadi pemateri di sana. Sebenarnya, ada rasa ingin menolak, takut tidak optimal memberikan materi nantinya. Apalagi pesertanya, mahasiswa baru yang akan menjadi kader di organisasi tersebut. Al Kahfi, itulah nama organisasi tingkat fakultas yang bergerak di bidang kerohanian Islam tersebut.
Mungkin, ia berpedoman pada dua pengalamanku yang pernah menjadi Sekretaris Umum Forum Studi Islam (FSI) yang ada di Fakultas dan di Universitas-ku. Suatu kebanggan bagiku, ia mengajakku menjadi pemateri di sana. Tanpa berpikir banyak, aku langsung memutuskan menjadi pemateri. Tekatku seakan kuat ingin mengukir sejuta pengalaman. Aku kukuh-kan jiwa ini untuk berani tampil di muka umum. Meskipun itu baru pertama bagiku. Banyak organisasi yang aku ikuti, tapi aku merasa masih sering kurang percaya diri tampil di muka umum. Aku menyadari kelemahanku. Namun, aku tidak ingin terlalu berlarut risau dengan kelemahan itu. “Aku harus bangkit, aku harus bangkit!” Kataku dalam hati.
Berawal dari tekat itu, aku temui seorang dosen yang sering datang ke wisma (asrama mahasiswa). Tempatku tinggal di kota Malin Kundang itu. Pada malam hari aku minta file-file terkait administrasi dan selanjutnya aku olah sesuai kreatifitas-ku. Hari “H” tiba, dengan cuaca tidak bersahabat aku dan Rusef pergi ke sana.
***
Ceritaku kedua, tidak kalahnya dengan kisahku yang pertama. Kali ini cerita tentang Konser Musikalisasi Puisi “Akulah Sang Raja” di penghujung tahun 2013. Tepatya tanggal 31 Desember 2013. Setelah beberapa kali latihan di ruang Indo Jati, lingkungan Taman Budaya, kota Padang. Berlatih hingga larut malam, ditemani dengan penyair handal tak menyuruti semangat-ku dan teman-teman untuk berlatih membaca puisi. Tidak seperti membaca puisi biasa, aku dilatih membaca puisi dengan gaya yang berbeda. Sebab, untuk seorang penyair dituntut bisa menampilkan karya dengan gaya yang unik dan berbeda. Aku mencoba bersyair di iringi grup musik yang pernah tampil di salah satu program acara di TVRI Sumbar. Sungguh pengalaman pertama, berlatih membaca puisi di hadapan penyair yang tidak diragukan lagi pengalamannya.
Eng, ing, eng!!! Saatnya penampilan itu tiba. Aku datang lebih awal dari waktu yang ditentukan. Berharap ada latihan terakhir. Nyatanya tidak ada. Ya, sudah.. Tidak apa-apa. Sehabis melaksanakan shalat isya, aku-pun mengganti kostum yang telah kubawa dari wisma. Berbusana batik, bercelana goyang dan sepatu lokak hitam plus kaca mata hitam menyoroti diriku di hadapan penonton yang datang. Saatnya MC memanggil namaku. Aku bersiap menuju panggung. Wah, subhannallah wal hamdulillah aku-pun tampil. Membaca puisi berjudul “Pertiwi.” Aku cukup memukau penonton. Terima kasih tuhan, terima kasih sahabat pena-ku.

Biodata:
Nama aslinya Hasan Asyhari, ia memiliki nama pena Hasan Al Faritsi. Tulisannya sudah banyak dibukukan dalam antologi bersama. Baik berupa kumpulan surat, cerpen dan puisi. Karya pertamanya berupa Antologi Cerpen “Pesona Odapus” (FAM Publishing, 2012).  Ia memiliki e-mail: asyhari_hasan@yahoo.com. Dengan facebook “Hashan Asyharii.” Untuk menghubunginya, silakan kontak nomor handphone 085272985628.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar